Sejarah Masakan Jepang

65 views

Dunia masakan Jepang memiliki sejarah panjang, yang berubah selama berabad-abad. Ini kaya akan tradisi unik dan adat istiadat yang mantap. Tampaknya menjadi luar biasa dan tidak biasa bagi banyak orang Eropa.

Mungkin, masakan Jepang adalah contoh orisinalitas, keanekaragaman, dan kegunaannya, itulah sebabnya masakan ini adalah salah satu makanan favorit banyak orang yang hidup di berbagai belahan dunia.

Jika Anda ingin mendapatkan rasa makanan Jepang yang lebih baik, perlu untuk merujuk pada sejarahnya, yang berabad-abad lalu.

Jepang adalah negara dengan flora dan fauna yang kaya. Oleh karena itu, populasi negara ini tidak pernah memiliki masalah dengan mendapatkan makanan yang cukup untuk kehidupan normal.

Bahkan berabad-abad yang lalu, orang Jepang memiliki sekitar 20 spesies tanaman yang berbeda dalam ransum makanan mereka, dapat memasak hidangan yang berbeda dari lebih dari 120 jenis daging, serta menyiapkan hidangan dari berbagai spesies ikan dan kerang.

Sejarah dan makanan

Tradisi makanan yang berbeda dari negara lain telah mempengaruhi masakan Jepang.

Dengan demikian, ia telah menciptakan dan mengadopsi kebiasaan dan resep unik selama berabad-abad.

Diketahui bahwa orang-orang Cina menunjukkan kepada Jepang cara menanam padi pada 300 SM.

Tidak heran kalau orang Cina menunjukkan cara menggunakan sumpit, serta memperkenalkan penggunaan kecap dan tahu dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian pada 700 M, konsumsi daging dilarang oleh umat Buddha. Agama Budha memperkenalkan hidangan yang terbuat dari ikan mentah dan nasi untuk orang Jepang. Ngomong-ngomong, itu masih tetap salah satu agama utama di Jepang.

Hidangan vegetarian menjadi populer di tahun 1800-an. Resepnya menjadi lebih sederhana dan orang-orang membagi semua hidangan menjadi 5 kelas warna dan 6 selera.

Kelompok warna:

1) merah
2) hijau

3) putih
4) kuning
5) hitam-ungu

Kelas rasa:

1) manis
2) masam
3) pahit
4) asin
5) panas
6) halus

Koki dan restoran Jepang masih menggunakan sistem ini dalam resep mereka.

Pada 1200-an, perdagangan antara berbagai negara telah menjadi populer. Masakan Jepang dicampur dengan Belanda dan Portugis. Ini termasuk kentang, jagung, dan ubi jalar. Kemudian, teknik menggoreng "tempura" menjadi populer.

Selama abad ke-20, masakan Jepang melibatkan roti, es krim, kopi, dan makanan barat lainnya. Meskipun demikian, orang Jepang masih menghargai tradisi mereka dan memilih resep masakan klasik.

Fitur paling khas dari masakan Jepang:

Penggunaan produk segar dan mentah dengan kualitas terbaik. Orang Jepang mencoba menghindari memasak dari makanan yang tidak mudah busuk. Pengecualian adalah nasi dan saus.

Berbagai macam makanan laut digunakan untuk memasak.

Kecenderungan untuk mempertahankan penampilan asli dan rasa bahan dalam makanan. Ini adalah perbedaan utama antara masakan Jepang dan Asia. Orang Asia mengubah produk dalam proses persiapan sehingga sulit untuk mengenali bahannya.

Porsi kecil. Orang Jepang makan berbagai macam hidangan tetapi dalam porsi kecil.

Alat makan khusus seperti sumpit. Beberapa orang dapat menggunakan tangan mereka untuk makan, sedangkan sendok jarang digunakan, dan garpu dan pisau tidak digunakan sama sekali.

Karena alasan ini, sebagian besar hidangan dipotong kecil-kecil sehingga mudah untuk makan dengan sumpit.

Penyajian dan dekorasi khusus. Dapur Jepang menekankan pada penampilan estetika makanan dan meja secara keseluruhan.

Sopan santun meja khusus.

Bahan yang paling umum digunakan dalam masakan Jepang adalah nasi, makanan laut, kedelai, kacang-kacangan dan mie.