Kisah Roro Jonggrang

43 views

Alkisah, ada kerajaan bernama Prambanan. Semua orang Prambanan hidup dengan damai. Namun kemudian, kerajaan Prambanan diserang dan diduduki oleh kerajaan Pengging.

Prambanan kemudian diperintah oleh Bandung Bondowoso dari kerajaan Pengging. Dia adalah raja yang kejam dan juga memiliki kekuatan supranatural yang besar. Prajuritnya bukan hanya manusia tetapi juga jin.

Pangeran Prambanan memiliki seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang.

Bondowoso jatuh cinta padanya dan ingin menikahinya. Roro Jonggrang terkejut setelah mendengar itu.

Dia tidak suka Bandung Bondowoso karena dia orang yang jahat. Dia ingin menolak, tetapi dia takut bahwa Bandung Bondowoso akan marah dan membahayakan masyarakat Prambanan.

Kemudian, dia membuat rencana. "Jika kamu ingin menikah denganku, kamu harus membangun seribu kuil untukku hanya dalam satu malam," kata Roro Jonggrang. "Apa ?? Itu tidak mungkin !!" kata Bandung Bondowoso. Tapi, dia tidak menyerah.

Dia berkonsultasi dengan penasihatnya, "Yang Mulia bisa meminta jin untuk membantu membangun kuil," kata penasihat itu.

Jadi, Bandung Bondowoso memanggil seluruh prajurit jinanya dan memerintahkan mereka untuk membantunya seribu candi. Para jin bekerja dengan kecepatan luar biasa. Sementara itu, Roro Jonggrang mendengar dari pelayan bahwa pembangunan seribu kuil hampir selesai.

Dia sangat khawatir. Tapi sekali lagi, dia datang dengan ide bagus. Dia meminta semua pelayannya untuk membantunya. "Tolong siapkan banyak jerami dan mortir. Tolong cepat !!" kata Roro Jonggrang.

"Bakar sedotan itu dan bersuara keras memukul mortar, cepat." Semua pelayan melakukan apa yang diperintahkan Roro Jonggrang; membuat para jin berpikir bahwa matahari akan terbit.

Semua jin segera menghentikan pekerjaan mereka dan lari mencari perlindungan dari matahari, yang mereka takuti. Mereka tidak tahu bahwa cahaya itu berasal dari api yang membakar jerami, bukan dari matahari.

Bandung Bondowoso tidak bisa menghentikan jin pergi. Dia marah. Dia tahu Roro Jonggrang baru saja menipunya. "Kamu tidak bisa membodohiku, Loro Jonggrang. Aku sudah memiliki 999 kuil. Aku hanya perlu satu kuil lagi."

Dia mengarahkan jarinya ke Roro Jonggrang dan mengatakan beberapa mantra. Ajaibnya, tubuh Roro Jonggrang berubah menjadi batu. Hingga saat ini, candi masih berdiri di daerah Prambanan, Jawa Tengah. Ini disebut candi Roro Jonggrang.