Sejarah Museum Sonobudoyo

72 views

Sonobudoyo pertama adalah yayasan yang bergerak dalam budaya Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Yayasan ini didirikan di Surakarta pada tahun 1919 bernama Java Instituut.

Pada tahun 1924 keputusan Kongres Instituut Jawa akan mendirikan sebuah museum di Yogyakarta.

Pada tahun 1929 pengumpulan data budaya dari Jawa, Madura, Bali dan Lombok.

Pembentukan Komite Perencanaan Museum dibentuk pada tahun 1931 oleh anggota termasuk: Ir.Th. Karsten P.H.W. Sitsen, Koeperberg.

Hasil gambar untuk Museum Sonobudoyo

Menggunakan bekas bangunan museum tanah "Shouten" hadiah tanah dari Sultan VIII dan ditandai dengan sengkalan candrasengkala "Blind ngrasa estining lata" Jawa yaitu tahun 1865 atau 1934 Masehi.

Sedangkan pelantikan yang dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana VIII pada hari Rabu upah pada 9 Januari 1866 Ruwah Jawa dengan bulan sengkala bertanda "Kayu Kinayang Ing Brahmin Buddha" yang berarti di Jawa atau tepatnya tanggal 6 November 1935 tahun solar.

Selama pendudukan Jepang Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (bagian Kantor Sosial mengajar).

Pada masa kemerdekaan itu kemudian dikelola oleh Bupati Budaya Utorodyopati Prawito jajaran pemerintah Yogyakarta.

Hasil gambar untuk Museum Sonobudoyo

Pada akhir Sonobudoyo diserahkan kepada Pemerintah sejak berlakunya UU No. 22 tahun 2000 tentang kekuasaan dan kewenangan Pemerintah Provinsi sebagai otonomi daerah.

Sonobudoyo dimulai pada Januari 2001 untuk bergabung dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata DIY mengusulkan Peraturan No. UPTD. 7 / Th. Tanggal 2002.

3 Agustus 2002 tentang pendirian dan organisasi UPTD Wilayah Kantor Pemerintah di provinsi Yogyakarta, dan Gubernur SK. 161 / Th. Tanggal 2002. 4 November tentang TU - Poksi.