Museum Sejarah Benteng Vredeburg

79 views

Museum Benteng Vredeburg adalah bekas benteng kolonial yang terletak di kota Yogyakarta. Kompleks militer telah diubah menjadi Museum Perjuangan Kemerdekaan yang dibuka pada tahun 1992.

Mengapa Museum Benteng Vredeburg istimewa?

Hasil gambar untuk Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1760, berdasarkan permintaan dari pemerintah Belanda, Nicolas Harting. Konstruksi ini pertama kali berfungsi sebagai benteng dalam bentuk persegi panjang.

Setiap sudut bangunan memiliki pos jaga yang disebut seleka atau benteng yang diberi nama; Jayawisesa (sudut barat laut), Jayapurusa (sudut timur laut, Jayaprakosaning (sudut barat daya), dan Jayaprayitna (sudut tenggara).

Pada 1762, Nicolas Harting digantikan oleh W.H. Ossenberch yang kemudian, membujuk Sultan untuk membangun benteng secara permanen. Sultan mengabulkan permintaan tersebut dan pembangunannya dimulai pada 1767 di bawah pengawasan Ir. Frans Haak, ahli konstruksi Belanda. Konstruksi akhirnya selesai pada 1787.

Bangunan itu bernama Rustenberg yang berarti "benteng istirahat". Pada tahun 1867, gempa bumi di Yogyakarta merobohkan Benteng Rustenberg. Bangunan itu direnovasi dan namanya diubah menjadi Benteng Vredeburg yang berarti "benteng perdamaian". Nama itu digunakan sampai hari ini.

Saat ini, fungsi benteng menjadi Monumen Perjuangan Nasional yang disebut Museum Benteng Vredeburg. Secara resmi diluncurkan pada 23 November 1992. Museum ini sering berfungsi sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan seni dan budaya.

Apa yang dijelajahi di Museum Benteng Vredeburg?

Hasil gambar untuk Benteng Vredeburg

Di Museum Vredeburg, Benteng memiliki banyak barang antik dari zaman Belanda.

Di sana, Anda juga akan melihat diorama dari sebelum era proklamasi Indonesia hingga Orde Baru atau Orde Baru.

Selain itu, Anda juga dapat melihat banyak benda bersejarah, gambar dari masa lalu, dan bahkan lukisan tentang bagaimana para pahlawan Indonesia di masa lalu berjuang untuk mempertahankan negara.

Meskipun tempat tersebut telah dipugar beberapa kali, bentuk asli bangunan tetap dipertahankan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir bahwa itu tidak sama dengan tampilannya di masa lalu.

Satu-satunya area yang berubah adalah bagian dalam ruangan karena sekarang fungsi Benteng Vredeburg adalah sebagai museum. Kadang-kadang, seminar diadakan di sini tetapi harus menjadi janji sebelumnya. Selain itu, tempat ini juga menyediakan Wi-Fi gratis.

Ada juga perpustakaan sehingga jika Anda ingin tahu tentang sejarah Indonesia atau Yogyakarta, Anda dapat membaca buku-buku di sana.

Bagaimana menuju ke Museum Benteng Vredeburg?

Terletak di jantung kota Yogyakarta, untuk mencapai Benteng Vredeburg sangat mudah. Anda bisa naik bus Trans Jogja jalur 1A, 2A, atau 3A, berhenti di Shelter Gedung Agung. Anda juga dapat naik bus kota jalur 4, 10, 18 dan 19. Jika Anda ingin mencoba transportasi tradisional di Yogyakarta, Anda dapat naik becak atau kereta kuda.